Pages - Menu

Wednesday, 25 November 2015

Jeans Chilli Chicken, Resto Korea dengan Nuansa Berbeda



Kali ini saya ingin sharing tentang salah satu tempat makan favorit saya di Jakarta, Jeans Chilli Chicken namanya. Jeans Chilli Chicken merupakan franchise restoran Korea yang ada di Sydney, Australia. Nah, restoran yang baru buka di Indonesia awal tahun 2013 ini hanya mempunyai satu cabang di Jakarta dan letaknya di Mal Gandaria City, Jakarta Selatan, tepatnya di lantai Upper Ground. Katanya sih cabang ini satu-satunya cabang Jeans Chilli Chicken di Asia.


Logo Jeans Chilli Chicken sesuai dengan spesialisasinya.
Dari penampakan luarnya, Jeans Chilli Chicken terlihat sederhana, tetapi tetap terlihat eye catching. Interior restoran terdiri dari beberapa meja dengan kursi kayu yang terlihat seperti tempat duduk anak SD. :)) 

Dekorasi pada salah satu dinding resto. Simple tapi tetap eye catching. Pic by Zomato

Friday, 6 November 2015

Lubang Sewu, Fenomena Unik di Tepi Waduk Wadaslintang



Lubang Sewu, begitu warga sekitar menyebut jajaran tebing bebatuan kapur yang ada di tepi Waduk Wadaslintang. Lubang Sewu  terletak di Desa Erorejo, Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo. Mungkin banyak yang sudah mengetahui tentang waduk yang satu ini, namun belum banyak yang mengetahui spot unik yang ada di salah satu sisi Waduk Wadaslintang ini.

Tebing kapur di tepi Waduk Wadaslintang

Lubang Sewu merupakan salah satu tempat wisata yang kini sedang populer di Wonosobo. Lubang Sewu merupakan jajaran batuan kapur yang membentuk tebing-tebing tinggi, yang masing-masing memiliki pola unik berupa garis dan lubang. Tidak heran, warga sekitar sering menyebutnya sebagai miniatur Grand Canyon yang ada di Colorado, Amerika Serikat. Mungkin karena bentuknya yang hampir mirip. Sebetulnya pola unik berupa garis dan lubang yang ada di bebatuan tersebut merupakan sebuah karya alam yang terbentuk akibat kikisan air waduk dalam jangka waktu yang lama.


Struktur batu dengan pola yang unik

[Review] The Sunan Hotel Solo



Panas terik cuaca hari itu, menyambut kedatangan saya di Solo. Kebetulan saya naik travel dari Wonosobo dan turun di Terminal Tirtonadi. Rencananya hari ini saya akan menginap di The Sunan Hotel Solo. Itu pun karena kebetulan dapat voucher, jadi Alhamdulillah yah, lumayan lah ya satu hari merasakan menginap di hotel bintang 4. Hehehe.

Kebetulan pas banget dengan waktunya check in hotel. Niatnya si mau agak ngirit, tapi berhubung belum sempat browsing angkutan yang menuju hotel, jadinya saya memutuskan untuk menggunakan taksi. Awalnya mau naik becak, tapi kok ya kasian ya abang becaknya. Hahahaha. Ternyata jarak hotel tidak terlalu jauh, hanya sekitar 10 menit perjalanan dari Terminal Tirtonadi dengan jalanan yang tidak terlalu padat.

Lokasi
Halaman depan The Sunan Hotel Solo. Sumber


The Sunan Hotel Solo terletak di Jl. Ahmad Yani 40, Solo. Letak hotel ini cukup jauh dari pusat kota. Jarak antara hotel dengan Keraton Kasunanan Surakarta dan Pasar Klewer sekitar 4 km. Untuk mencapai pusat perbelanjaan terdekat, Solo Grand Mall maupun Solo Paragon Lifestyle Mall, memerlukan jarak tempuh sekitar 2 km. Sekitar 15 menit dibutuhkan untuk mencapai Bandara Adi Sumarmo dari hotel ini. Sebenarnya jarak ini bukan masalah besar, apalagi jika menggunakan mobil. Taksi pun bisa dapat ditemukan dengan mudahnya di sekitar hotel. Mungkin yang menjadi catatan, daerah sekitar hotel ini cukup sepi. Tidak banyak pilihan tempat makan maupun hiburan di sekitar hotel, apalagi yang buka hingga tengah malam.

Saturday, 24 October 2015

Saatnya Berburu Batik Solo


Solo merupakan surga bagi pecinta batik. Menemukan batik di kota ini bukan menjadi hal yang sulit. Sejauh mata memandang, di setiap sudut kota ini, ada saja toko yang menjual kerajinan berbahan dasar batik. Mulai dari batik dengan harga yang miring hingga batik dengan harga yang bisa buat mata melek dapat ditemukan di kota ini.

House of Danar Hadi, Gerai batik di Jl. Slamet Riyadi
Usai mengisi otak di Museum Batik Danar Hadi, kini waktunya untuk berburu batik Solo. Ada beberapa tempat bisa dikunjungi jika ingin membeli batik. Apabila kita yang ingin mencari batik "kelas atas", di sini terdapat label batik yang namanya sudah terkenal di Indonesia, antara lain batik Semar, batik Keris dan batik Danar Hadi. Ketiga label batik yang sudah memiliki banyak gerai di Indonesia ini merintis usahanya di Kota Solo. Tentunya harga batik di sini memiliki harga yang lebih tinggi dibanding dengan toko lainnya. Namun, kualitas batik yang akan kita dapatkan tentunya tidak usah diragukan lagi, sesuai dengan apa yang kita keluarkan. Keuntungan lainnya, batik di sini banyak pilihannya dan jika Anda memiliki badan sexy seperti saya, kita bisa dengan mudah mendapatkan batik dengan ukuran yang lebih besar di sini. Hahahah :'(. Huffft...

Bila ingin mencari batik dengan harga miring, tempat yang pertama yang patut kita kunjungi adalah Beteng Trade Center (BTC). Salah satu tempat perbelanjaan di Solo ini terletak di Jl. Mayor Sunaryo, Ps. Kliwon, Solo. Letak BTC sangat strategis, dekat dengan ikon wisata Kota Solo, seperti Keraton Kasunanan, Benteng Vastenburg dan Pasar Klewer. Bangunan tiga lantai ini tidak hanya memiliki toko yang khusus menjual batik saja, tetapi di sini juga kita dapat menemukan toko yang menjual oleh-oleh khas Solo dan aneka tekstil lainnya.

Thursday, 22 October 2015

Mengenal Mahakarya Indonesia di Museum Batik Danar Hadi



Batik, siapa yang tidak tahu kerajinan yang satu ini. Kerajinan bernilai seni tinggi yang sudah menjadi identitas bangsa Indonesia. Mungkin kalau berbicara tentang kerajinan yang telah dinobatkan oleh UNESCO sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) pada tahun 2009 ini tidak akan ada habisnya. Beragam jenis, teknik, motif batik yang dimiliki Indonesia dengan sejarah dan kekhasannya masing-masing. Berbicara tentang batik, tentunya tidak bisa lepas dengan kota yang satu ini, Kota Solo.

Batik sudah menjadi salah satu ikon Kota Solo. Batik dapat dengan mudahnya ditemukan segala sudut kota ini. Kita dapat menemukan ratusan tempat yang menjual produk berbahan dasar batik. Mulai dari tempat menjual  batik dengan harga miring, hingga batik dengan harga yang membuat kita menghela nafas. Huffft.

Tidak kenal, maka tidak sayang
Begitu katanya.


Jika kita ingin mengenal seluk beluk batik, di sini terdapat tempat yang tepat untuk kita kunjungi, yaitu Museum Batik Danar Hadi. Siapa yang tidak tahu dengan label dagang batik yang satu ini. Galeri batiknya dapat dengan mudah ditemukan di beberapa kota di Indonesia. Ternyata Danar Hadi memiliki sebuah museum batik yang terletak di Jl. Slamet Riyadi No. 261, Solo. Letaknya yang strategis di salah satu jalan protokol Kota Solo membuat museum ini dapat dengan mudah ditemukan. Letak museum ini juga tidak jauh dari Museum Radya Pustaka dan Taman Budaya Sriwedari. Museum ini berada dalam kompleks bangunan kuno yang merupakan cagar budaya, Ndalem Wuryaningratan. Bangunan ini dahulunya merupakan kediaman KRMTA Wuryaningrat, cucu dari Raja Solo, Sri Susuhunan Pakubuwono IX. Museum Batik Danar Hadi yang diresmikan tahun 2002 ini berada satu kompleks dengan Ndalem Wuryaningratan, Cafe Soga dan Galeri House of Danar Hadi.


Museum Batik Danar Hadi berada satu kompleks Ndalem Wuryaningratan, Cafe Soga & House of Danar Hadi
"Pintu masuk" Museum Batik Danar Hadi
Museum ini tidak memiliki pintu masuk khusus. Jadi, untuk masuk ke dalam museum ini, kita harus masuk dahulu ke dalam Galeri House of Danar Hadi. Selain sebagai pintu masuk museum, Galeri House of Danar hadi juga sebagai showroom yang menjual kerajinan produksi PT. Danar Hadi, mulai dari baju, celana hingga souvenir berbahan batik lainnya. Untuk masuk ke dalam museum, kita dapat membeli tiket masuk di kasir seharga Rp. 35.000,00/orang. Setelah membeli tiket, kita akan diantar menuju bagian belakang toko menuju pintu yang membawa kita ke dalam museum. Nah, di sini kita sudah ditunggu oleh guide yang siap untuk mengantar kita untuk berkeliling museum.



Bagian muka Museum Batik Danar Hadi